
Seringkali dijumpai percakapan : “Yah, gak pinter mbedong ini, baru 5 menit langsung lepas, gini lho yang bener kenceng begini… “
“Bedong bikin anak anteng, gak kagetan, tidurnya nyenyak, kamu juga bisa istirahat malem.”
“Baby umur brp, kok kakinya ga lurus itu? Dulu gak pernah dibedong ya?”
*melongo bingung jawabnya*
Begitulah "selentingan-selentingan" kecil seputar bedong bayi di tengah
masyarakat kita. Banyak sekali mitos yang beredar di masyarakat salah
satunya mengenai tujuan bedong untuk meluruskan kaki. Keahlian membedong
bayi pun dinilai dari “kenceng” tidaknya kain .
Mari kita lihat beberapa pendapat beberapa dokter mengenai bedong bayi dan pengaruhnya terhadap kaki lurus :
1. Dokter anak yang berpraktik di RSAB Harapan Kita, dr Aditya Suryansyah SpA(K)
“Pembedongan sebenarnya tidak wajib dilakukan karena terbukti tidak ada
hubungannya dengan kaki bengkok. Seperti diketahui, suhu di dalam
kandungan ibu sekitar 37 derajat Celcius, sedangkan suhu ruangan 27
derajat Celcius. Maka orang zaman dulu membedong. Karena sudah banyak
dijual baju hangat dan selimut untuk bayi, maka saat ini tidak perlu
membedong bayi,”
2. dr. Piprim Basarah Yanuarso, SpA (K)
“Pembedongan bertujuan untuk menghangatkan bayi dan bukan untuk
meluruskan kaki bayi. Posisi normal kaki bayi memang agak bengkok,
sehingga para orang tua tidak perlu khawatir. Bedong terlalu lama
sebenarnya justru ‘MEMAKSAKAN’ kaki bayi agar lurus”
3. Pendapat Dokter kandungan DR. dr. Ali Sungkar SpOG
“Saya jelas-jelas tidak setuju bayi dibedong. Bayangkan berapa jam bayi
kita harus dibedong, kakinya harus diluruskan. …. Banyak sendi-sendi
pada kaki bayi yang harus digerakkan agar tidak kaku dan mengalami
pertumbuhan.”
4. Dokter Rinawati Rohsiswatmo
“Ini bukan posisi biologis bayi dalam kandungan. Dalam rahim posisi kaki
bayi justru menekuk, begitu juga dengan kedua tangannya. (Bedong) itu menyalahi kodrat.
Berdasarkan pendapat beberapa dokter di atas sudah jelas bahwa Bedong
ketat untuk meluruskan kaki bayi : tidak terbukti dan tidak
direkomendasikan!
Apa Resiko Bayi Dibedong terlalu Kencang?
Mengutip hasil penelitian seorang orthopedi anak yang dilakukan di
Jepang, bedong yang dilakukan terhadap bayi justru mengakibatkan
kerusakan parah pada tulang bayi.”
Seperti kutipan artikel yang dicantumkan dari salah satu kumpulan link di AAP berikut ini :
“Improper swaddling may lead to hip dysplasia or developmental dysplasia
of the hip. When in the womb the baby’s legs are in a fetal position
with the legs bent up and across each other. Sudden straightening of the
legs to a standing position can loosen the joints and damage the soft
cartilage of the socket.”
- See more at: http://hipdysplasia.org/developmental-dysplasia-of-the-hip/hip-healthy-swaddling/#sthash.h6zETKPv.dpuf
Lalu bagaimana dengan anak bayi yang “kagetan”?
Bedong boleh dilakukan dengan memperhatikan :
Bedong yang bertujuan untuk menghangatkan bayi, boleh dilakukan dengan
tetap memperhatikan ruang gerak bayi terutama panggul dan kaki bayi.
Tutorial video mengenai membedong dengan baik bisa diintip di
Sedangkan perbedaan bedong sehat dan membedong terlalu ketat tampak di foto seperti ini :
Hindari bedong yang terlalu ketat yang berisiko menyebabkan dislokasi tulang dan hip dysplasia
Beberapa bayi merasa lebih nyaman dibedong terutama dengan reflek kaget
karena lebih nyaman dan hangat seperti dipeluk, akan tetapi tetap
perhatikan durasi tidur bayi dan kecukupan minum ASI, segera buka bedong
apabila anak terlalu lama tidur.
Pilih bahan bedong yang nyaman, hindari pemakaian baju berlapis saat cuaca panas. Bedong modern
/ bedong instan bisa dijadikan pilihan.
Tetap waspadai SIDS, Sudden Infant Death Syndrome. Selalu letakkan bayi
yang terbedong pada punggung bayi. Hindari selimut atau barang sekitar
tempat tidur bayi yang bisa menghalangi kepala / sekitar leher bayi yang
berisiko menutupi pernapasan.
Rekomendasi American Academy of Pediatrics, membedong dapat dilakukan
sampai usia 2 bulan, mengingat risiko SIDS dan kemampuan gerak bayi yang
sudah lebih aktif melebihi newborn.
Semoga bermanfaat....
